New York: PSY
kembali merajai dunia musik internasional. Lagu Gangnam Style milik
rapper berpipi tembam itu berhasil merajai deretan single iTunes di
Amerika Serikat.
Gangnam Style menempati posisi pertama di iTunes.
Ternyata PSY berhasil menyingkirkan Bruno Mars dari deretan lagu
tersebut. Di posisi ketiga ditempati Rihanna. Sementara, Ke$ha ada di
peringkat keempat.
Deretan lagu itu berdasarkan banyaknya jumlah
pengguna produk Aplle yang men-download lagu mereka. lagu PSY
disbeut-sebut yang paling banyak diminta, dengan total sembilan juta.
Gangnam
Style milik PSY juga berhasil masuk ke deretan lagu terbaik di Inggris.
Lagu yang dinyanyikan idola hllayu itu berada di posisi keenam. Dibawah
PSY adalah rapper Wiley yang berada di posisi ketujuh. Bahkan, PSY
berhasil mengalahkan Rihanna.
Kamis, 15 November 2012
Rabu, 14 November 2012
Terjebak utang karena obsesi pendidikan
Oleh Jason Strother | Christian Science Monitor
Para siswa Korea Selatan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi yang sangat penting pekan ini. Di saat yang sama, keluarga di Korea Selatan terbelit utang akibat besarnya pengeluaran untuk pendidikan swasta.
Ketika Cheon Sun-kyoung dan suaminya mengambil pinjaman sebesar $100 ribu (setara Rp960 juta) dan pindah dari pinggir kota ke salah satu daerah permukiman paling bergengsi di kota Seoul, ia berharap kepindahannya itu akan jadi awal tangga sosial yang sangat kompetitif di Korea Selatan.
Dia ingin mendaftarkan putrinya yang sudah remaja ke salah satu bimbingan tes yang mahal, agar putrinya mendapat nilai yang tinggi untuk bisa masuk ke universitas bergengsi, dan pada akhirnya, mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi.
Tetapi untuk sekarang, Nyonya Cheon mengatakan bahwa keluarganya harus membuang jauh-jauh impian itu.
"Hidup di sini benar-benar mahal, saya bahkan harus membeli bahan makanan di tempat lain, di daerah permukiman yang lebih murah," kata Cheon, seorang guru paruh waktu. "Tidak mungkin kami menghemat uang sekarang ini, karena kami harus melunasi pinjaman yang kami gunakan untuk membeli apartemen ini."
Semakin banyak keluarga Korea Selatan seperti Cheons semakin terlilit utang.
Pada Agustus, Bank of Korea merilis data bahwa rumah tangga di sana memiliki rasio utang dan pendapatan sekitar 160 persen tahun ini, naik dari sekitar 123 persen pada 2010. Pinjaman tersebut didapat dari sebagian besar pemberi pinjaman sekunder yang memberikan tingkat bunga tinggi berjumlah hampir $600 miliar (setara Rp6 kuadriliun) Pada akhir Juli, utang rumah tangga mencapai $573,25 miliar (setara Rp5,5 kuadriliun).
Menurut LG Economic Research Institute, 28 persen keluarga di Korea Selatan tidak bisa mencicil utang setiap bulan, dan tidak dapat menutupi biaya bulanan dengan pendapatan mereka saat ini.
Bagi beberapa pengamat, angka tersebut menunjukkan bahaya. Menjelang krisis keuangan di AS pada 2008, Amerika Serikat memiliki rasio utang dan pendapatan sekitar 130 persen.
Menurut Chosun Ilbo, para orangtua di Korea Selatan menghabiskan rata-rata $1.000 per anak untuk pendidikan setiap bulan. Pada 2009, Korea Selatan mengucurkan total $19 miliar untuk les privat dan bimbingan tes. Lebih dari setengah jumlah tersebut dihabiskan untuk pendidikan negeri.
Beberapa laporan mengatakan, tingginya biaya pendidikan adalah alasan utama warga Korea memutuskan untuk punya anak lebih sedikit. Pada 2011, Korea Selatan menghabiskan sekitar $17,7 miliar untuk pendidikan swasta, turun dua tahun berturut-turut karena angka kelahiran di Korea Selatan juga menurun.
Jeong Young-sik adalah seorang analis di Samsung Economic Research Institute di Seoul. Dia memperkirakan 70 persen pengeluaran rumah tangga dialokasikan untuk pendidikan swasta. Jeong mengatakan bahwa, akibat pasar real estate yang merosot, badai besar telah tercipta.
"Ada mitos yang punya andil dalam masalah utang rumah tangga di Korea Selatan. Salah satunya adalah keyakinan bahwa harga real estate akan selalu naik. Sedangkan hal yang lainnya adalah pendidikan akan meningkatkan posisi sosial keluarga," katanya.
Gagasan peningkatan status sosial berbasis pendidikan tersebut mengakar dalam kepercayaan publik setelah Perang Korea. Bangsa tersebut hancur akibat perang dengan sedikit sumber daya alam. Satu-satunya cara bagi para keluarga untuk mengangkat diri mereka dari kemiskinan adalah "sumber daya manusia." Dan itu dimulai dengan memastikan anak mereka mendapat pendidikan terbaik yang tersedia, tidak peduli seberapa besar pengorbanan atau biaya yang akan dikeluarkan.
"Orangtua masih ingin mendidik anak-anak mereka sehingga mereka dapat mencapai status yang lebih baik," kata Jeong. Dan orangtua semakin bersedia melakukan apa pun yang diperlukan agar anak-anak mereka mau bersekolah, bahkan jika itu berarti harus kehilangan status dalam jangka pendek.
Siapa yang diuntungkan?
Meningkatkan status sosial berhubungan erat dengan skor siswa di ujian masuk perguruan tinggi Korea Selatan. Banyak yang menganggap, itu adalah ujian paling penting dalam hidup mereka.
Les sepulang sekolah dan pendidikan swasta di Korea Selatan memfokuskan pada usaha persiapan siswa untuk lulus gemilang dalam ujian. Ini industri bernilai miliaran dolar yang melayani mimpi para keluarga untuk menyekolahkan anak mereka ke salah satu dari empat universitas terbaik. Pemilik bimbingan tes, yang dikenal di Korea sebagai hagwon, mendapatkan banyak keuntungan.
"Orang-orang ingin bisa masuk ke universitas terbaik. Mereka berpikir bahwa sekolah yang lebih baik akan membuat Anda semakin sukses," kata Kim Dong-young, direktur Highest Hagwon di Seoul. "Namun sistem sekolah negeri tidak memberikan pendidikan cukup untuk mewujudkan harapan tersebut. Inilah sebabnya mengapa para keluarga mengirim anak-anak mereka ke sekolah-sekolah swasta.”
Kim mengatakan bahwa setiap tahun, sekolahnya mendapatkan sekitar $9 juta (setara Rp87 miliar).
Tidak ada cukup kursi di perguruan tinggi
Tapi tidak semua mahasiswa Korea Selatan yang mendapat nilai ujian tinggi dapat menggapai sukses. Jumlah kursi yang tersedia lebih sedikit dari jumlah siswa yang mendaftar, dan beberapa pengamat mengatakan bahwa budaya pendidikan Korea yang berbasis peningkatan status tersebut telah menciptakan reaksi ekonomi.
"Masalahnya adalah kita memiliki kelas pekerja yang terlalu berpendidikan," kata Jasper Kim, yang memimpin Asia Pacific Global Research Group. "Ada orang-orang yang berkualitas tinggi yang bersedia bekerja di beberapa perusahaan dengan posisi rendah, seperti LG dan Samsung."
Kim menunjukkan, tingkat pengangguran pemuda di Korea Selatan, yang berada di sekitar angka 7 persen, adalah lebih dari dua kali rata-rata nasional. Perusahaan terus meningkatkan syarat untuk mempekerjakan lulusan yang terbaik. Dan rasa “ingin terlihat sama dengan orang yang sukses” di Korea merupakan penyebab dari rasa malu bagi banyak pemuda Korea Selatan.
"Apa yang terjadi dengan mereka yang tidak terpilih? Bagi mereka, itu adalah tantangan dan kesulitan yang nyata," kata Kim.
Ingin bunuh diri
Beberapa ahli kesehatan mental mengatakan bahwa tekanan untuk memenuhi harapan keluarga telah membuat beberapa pemuda Korea menjadi sangat tertekan.
"Jika mereka sedang di bawah tekanan, merasa cemas tentang nilai ujian dan tidak memiliki sistem pendukung yang memadai, maka hal tersebut bisa membuat mereka berpikir bunuh diri," kata Kim Hyun-chung, seorang psikiater di National Medical Center di Seoul. "Bunuh diri adalah penyebab utama kematian para pemuda."
Pemerintah Korea Selatan sedang mencoba untuk mengurangi beban emosional dan ekonomi terhadap keluarga yang merupakan hasil dari persaingan tersebut. Baru-baru ini, Presiden Lee Myung-bak mendorong para lulusan SMA agar tidak kuliah dan langsung bekerja.
Tahun lalu, pemerintah membuka 21 sekolah perdagangan khusus sebagai alternatif untuk pendidikan universitas. Pemerintah juga memprakarsai keringanan pajak bagi perusahaan yang mempekerjakan orang berijazah SMA. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menurunkan jumlah pengangguran kaum muda yang tinggi di Korea.
Namun insentif pemerintah tidak bisa menyelesaikan semua masalah Korea, kata Kim Hyun-chung. Psikiater mengatakan bahwa akan ada pergeseran generasi dalam cara orang menganggap pendidikan dan lapangan kerja untuk membuat perbedaan yang nyata. Tapi untuk saat ini, Korea perlu untuk memperlambatnya, ujarnya.
"Setiap orang menjadi sangat tertekan," katanya. "Kita perlu lebih bercermin pada diri sendiri dan mengambil langkah mundur. Semua orang bergegas untuk mencoba menyesuaikan diri."
Kim menambahkan bahwa para ibu di Korea dapat memulainya dengan mengurangi tekanan pada anak-anak mereka agar lulus ujian masuk universitas.
Cheon, wanita yang mengambil pinjaman besar dengan suaminya untuk memberikan peluang yang lebih baik kepada putrinya, mengatakan bahwa langkah keluarganya dan semua uang yang dihabiskan untuk pendidikan merupakan hal yang layak. Putrinya memiliki waktu satu tahun lagi untuk belajar sebelum ia mengikuti tes, dan banyak waktu untuk les privat yang menantinya.
"Kami memberikan kesempatan yang lebih banyak kepadanya," kata Cheon. "Untuk para ibu di Korea, hal tersebut merupakan sesuatu yang paling penting yang dapat kita lakukan untuk anak-anak kita."
Para siswa Korea Selatan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi yang sangat penting pekan ini. Di saat yang sama, keluarga di Korea Selatan terbelit utang akibat besarnya pengeluaran untuk pendidikan swasta.
Ketika Cheon Sun-kyoung dan suaminya mengambil pinjaman sebesar $100 ribu (setara Rp960 juta) dan pindah dari pinggir kota ke salah satu daerah permukiman paling bergengsi di kota Seoul, ia berharap kepindahannya itu akan jadi awal tangga sosial yang sangat kompetitif di Korea Selatan.
Dia ingin mendaftarkan putrinya yang sudah remaja ke salah satu bimbingan tes yang mahal, agar putrinya mendapat nilai yang tinggi untuk bisa masuk ke universitas bergengsi, dan pada akhirnya, mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi.
Tetapi untuk sekarang, Nyonya Cheon mengatakan bahwa keluarganya harus membuang jauh-jauh impian itu.
"Hidup di sini benar-benar mahal, saya bahkan harus membeli bahan makanan di tempat lain, di daerah permukiman yang lebih murah," kata Cheon, seorang guru paruh waktu. "Tidak mungkin kami menghemat uang sekarang ini, karena kami harus melunasi pinjaman yang kami gunakan untuk membeli apartemen ini."
Semakin banyak keluarga Korea Selatan seperti Cheons semakin terlilit utang.
Pada Agustus, Bank of Korea merilis data bahwa rumah tangga di sana memiliki rasio utang dan pendapatan sekitar 160 persen tahun ini, naik dari sekitar 123 persen pada 2010. Pinjaman tersebut didapat dari sebagian besar pemberi pinjaman sekunder yang memberikan tingkat bunga tinggi berjumlah hampir $600 miliar (setara Rp6 kuadriliun) Pada akhir Juli, utang rumah tangga mencapai $573,25 miliar (setara Rp5,5 kuadriliun).
Menurut LG Economic Research Institute, 28 persen keluarga di Korea Selatan tidak bisa mencicil utang setiap bulan, dan tidak dapat menutupi biaya bulanan dengan pendapatan mereka saat ini.
Bagi beberapa pengamat, angka tersebut menunjukkan bahaya. Menjelang krisis keuangan di AS pada 2008, Amerika Serikat memiliki rasio utang dan pendapatan sekitar 130 persen.
Menurut Chosun Ilbo, para orangtua di Korea Selatan menghabiskan rata-rata $1.000 per anak untuk pendidikan setiap bulan. Pada 2009, Korea Selatan mengucurkan total $19 miliar untuk les privat dan bimbingan tes. Lebih dari setengah jumlah tersebut dihabiskan untuk pendidikan negeri.
Beberapa laporan mengatakan, tingginya biaya pendidikan adalah alasan utama warga Korea memutuskan untuk punya anak lebih sedikit. Pada 2011, Korea Selatan menghabiskan sekitar $17,7 miliar untuk pendidikan swasta, turun dua tahun berturut-turut karena angka kelahiran di Korea Selatan juga menurun.
Jeong Young-sik adalah seorang analis di Samsung Economic Research Institute di Seoul. Dia memperkirakan 70 persen pengeluaran rumah tangga dialokasikan untuk pendidikan swasta. Jeong mengatakan bahwa, akibat pasar real estate yang merosot, badai besar telah tercipta.
"Ada mitos yang punya andil dalam masalah utang rumah tangga di Korea Selatan. Salah satunya adalah keyakinan bahwa harga real estate akan selalu naik. Sedangkan hal yang lainnya adalah pendidikan akan meningkatkan posisi sosial keluarga," katanya.
Gagasan peningkatan status sosial berbasis pendidikan tersebut mengakar dalam kepercayaan publik setelah Perang Korea. Bangsa tersebut hancur akibat perang dengan sedikit sumber daya alam. Satu-satunya cara bagi para keluarga untuk mengangkat diri mereka dari kemiskinan adalah "sumber daya manusia." Dan itu dimulai dengan memastikan anak mereka mendapat pendidikan terbaik yang tersedia, tidak peduli seberapa besar pengorbanan atau biaya yang akan dikeluarkan.
"Orangtua masih ingin mendidik anak-anak mereka sehingga mereka dapat mencapai status yang lebih baik," kata Jeong. Dan orangtua semakin bersedia melakukan apa pun yang diperlukan agar anak-anak mereka mau bersekolah, bahkan jika itu berarti harus kehilangan status dalam jangka pendek.
Siapa yang diuntungkan?
Meningkatkan status sosial berhubungan erat dengan skor siswa di ujian masuk perguruan tinggi Korea Selatan. Banyak yang menganggap, itu adalah ujian paling penting dalam hidup mereka.
Les sepulang sekolah dan pendidikan swasta di Korea Selatan memfokuskan pada usaha persiapan siswa untuk lulus gemilang dalam ujian. Ini industri bernilai miliaran dolar yang melayani mimpi para keluarga untuk menyekolahkan anak mereka ke salah satu dari empat universitas terbaik. Pemilik bimbingan tes, yang dikenal di Korea sebagai hagwon, mendapatkan banyak keuntungan.
"Orang-orang ingin bisa masuk ke universitas terbaik. Mereka berpikir bahwa sekolah yang lebih baik akan membuat Anda semakin sukses," kata Kim Dong-young, direktur Highest Hagwon di Seoul. "Namun sistem sekolah negeri tidak memberikan pendidikan cukup untuk mewujudkan harapan tersebut. Inilah sebabnya mengapa para keluarga mengirim anak-anak mereka ke sekolah-sekolah swasta.”
Kim mengatakan bahwa setiap tahun, sekolahnya mendapatkan sekitar $9 juta (setara Rp87 miliar).
Tidak ada cukup kursi di perguruan tinggi
Tapi tidak semua mahasiswa Korea Selatan yang mendapat nilai ujian tinggi dapat menggapai sukses. Jumlah kursi yang tersedia lebih sedikit dari jumlah siswa yang mendaftar, dan beberapa pengamat mengatakan bahwa budaya pendidikan Korea yang berbasis peningkatan status tersebut telah menciptakan reaksi ekonomi.
"Masalahnya adalah kita memiliki kelas pekerja yang terlalu berpendidikan," kata Jasper Kim, yang memimpin Asia Pacific Global Research Group. "Ada orang-orang yang berkualitas tinggi yang bersedia bekerja di beberapa perusahaan dengan posisi rendah, seperti LG dan Samsung."
Kim menunjukkan, tingkat pengangguran pemuda di Korea Selatan, yang berada di sekitar angka 7 persen, adalah lebih dari dua kali rata-rata nasional. Perusahaan terus meningkatkan syarat untuk mempekerjakan lulusan yang terbaik. Dan rasa “ingin terlihat sama dengan orang yang sukses” di Korea merupakan penyebab dari rasa malu bagi banyak pemuda Korea Selatan.
"Apa yang terjadi dengan mereka yang tidak terpilih? Bagi mereka, itu adalah tantangan dan kesulitan yang nyata," kata Kim.
Ingin bunuh diri
Beberapa ahli kesehatan mental mengatakan bahwa tekanan untuk memenuhi harapan keluarga telah membuat beberapa pemuda Korea menjadi sangat tertekan.
"Jika mereka sedang di bawah tekanan, merasa cemas tentang nilai ujian dan tidak memiliki sistem pendukung yang memadai, maka hal tersebut bisa membuat mereka berpikir bunuh diri," kata Kim Hyun-chung, seorang psikiater di National Medical Center di Seoul. "Bunuh diri adalah penyebab utama kematian para pemuda."
Pemerintah Korea Selatan sedang mencoba untuk mengurangi beban emosional dan ekonomi terhadap keluarga yang merupakan hasil dari persaingan tersebut. Baru-baru ini, Presiden Lee Myung-bak mendorong para lulusan SMA agar tidak kuliah dan langsung bekerja.
Tahun lalu, pemerintah membuka 21 sekolah perdagangan khusus sebagai alternatif untuk pendidikan universitas. Pemerintah juga memprakarsai keringanan pajak bagi perusahaan yang mempekerjakan orang berijazah SMA. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menurunkan jumlah pengangguran kaum muda yang tinggi di Korea.
Namun insentif pemerintah tidak bisa menyelesaikan semua masalah Korea, kata Kim Hyun-chung. Psikiater mengatakan bahwa akan ada pergeseran generasi dalam cara orang menganggap pendidikan dan lapangan kerja untuk membuat perbedaan yang nyata. Tapi untuk saat ini, Korea perlu untuk memperlambatnya, ujarnya.
"Setiap orang menjadi sangat tertekan," katanya. "Kita perlu lebih bercermin pada diri sendiri dan mengambil langkah mundur. Semua orang bergegas untuk mencoba menyesuaikan diri."
Kim menambahkan bahwa para ibu di Korea dapat memulainya dengan mengurangi tekanan pada anak-anak mereka agar lulus ujian masuk universitas.
Cheon, wanita yang mengambil pinjaman besar dengan suaminya untuk memberikan peluang yang lebih baik kepada putrinya, mengatakan bahwa langkah keluarganya dan semua uang yang dihabiskan untuk pendidikan merupakan hal yang layak. Putrinya memiliki waktu satu tahun lagi untuk belajar sebelum ia mengikuti tes, dan banyak waktu untuk les privat yang menantinya.
"Kami memberikan kesempatan yang lebih banyak kepadanya," kata Cheon. "Untuk para ibu di Korea, hal tersebut merupakan sesuatu yang paling penting yang dapat kita lakukan untuk anak-anak kita."
Pesta KPop Sukses Digelar di AS
Pesta KPop perdana yang digelar di California, Amerika
Serikat, tadi malam, menuai sukses besar. Sedikitnya 15 ribu hallyu dari
Negara Paman Sam itu histeris melihat aksi penggung idola mereka.
Acara tersebut dimeriahkan Girls Generation, 2NE1, BEAST,SISTAR, 4minute, CNBLUE, dan KARA. Lebih heboh lagi, ternyata yang menjadi pembawa acara di acara tersebut adalah beberapa idola hallyu, Jung Yong Hwa "CNBLUE", Lee Gikwang "BEAST", dan Tiffanny "Girls Generation".
Setiap lagu yang dinyanyikan idola KPop, membuat hallyu AS histeris. Euforia pun dirasakan ketika di akhir acara seluruh idola asal Negeri Ginseng itu secara bersamaan muncul di atas panggung.
Acara yang berlangsung kurang lebih dua jam itu dirasa kurang cukup bagi penggemar KPop di AS. Mereka berharap acara serupa akan bisa dilaksanakan lain waktu.
Acara tersebut dimeriahkan Girls Generation, 2NE1, BEAST,SISTAR, 4minute, CNBLUE, dan KARA. Lebih heboh lagi, ternyata yang menjadi pembawa acara di acara tersebut adalah beberapa idola hallyu, Jung Yong Hwa "CNBLUE", Lee Gikwang "BEAST", dan Tiffanny "Girls Generation".
Setiap lagu yang dinyanyikan idola KPop, membuat hallyu AS histeris. Euforia pun dirasakan ketika di akhir acara seluruh idola asal Negeri Ginseng itu secara bersamaan muncul di atas panggung.
Acara yang berlangsung kurang lebih dua jam itu dirasa kurang cukup bagi penggemar KPop di AS. Mereka berharap acara serupa akan bisa dilaksanakan lain waktu.
Selasa, 13 November 2012
Hasil ptoduksi China Menigkat 9,6 persen pada bulan Oktober
Beijing (AFP/ANTARA) - Hasil produksi dari pabrik,
kerajinan dan pertambangan China mengalami kenaikan 9,6 persen pada
Oktober dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, seperti
ditunjukkan data pemerintah pada Jumat.
Hasil produksi, yang dilaporkan oleh Badan Statistik Nasional, lebih kuat dari yang didapatkan pada September yaitu sebesar 9,2 persen dan mewakili tanda terbaru menguatnya negara perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
Hasil produksi sektor industri meningkat 10,0 persen untuk 10 bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ungkap badan statistik tersebut.
Data itu muncul saat perekonomian China tumbuh 7,4 persen dalam tiga bulan hingga akhir September, kinerja terlemah dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Namun perbaikan dalam beberapa indikator terbaru seperti manufaktur dan perdagangan telah membawa optimisme bahwa perlambatan terburuk di China mungkin telah berakhir.
Selain itu pada Jumat, badan statistik mengatakan bahwa penjualan retail, pengukur utama China dari belanjan konsumen, meningkat 14,5 persen year on year (YoY) pada Oktober.
Dan investasi meningkat 20,72 persen dalam 10 bulan pertama 2012, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ungkap badan statistik tersebut
Senin, 12 November 2012
Gajah Korsel Mampu Tirukan Suara Manusia
Yongin (AFP/ANTARA) - Seekor gajah di sebuah kebun
binatang Korea Selatan telah belajar untuk meniru suara manusia dan
memiliki kosakata dari beberapa kata, ungkap para peneliti pada Jumat.
Koshik, seekor gajah jantan Asia yang berusia 22 tahun di kebun binatang Everland di Yongin, kota yang terletak di selatan Seoul, menyambut para wartawan yang berkunjung dengan mengucapkan kata choah (baik) dan nuo (berbaring).
Dia juga dapat mengeluarkan suara annyong (hi), anja (duduk), dan aniya (tidak), menurut sebuah tim ilmuwan dari Korea Selatan dan Eropa yang mempelajari vokalisasinya.
Gajah tidak dapat menggunakan bibir mereka untuk mengeluarkan seperti manusia, karena bibir bagian atas mereka menyatu dengan hidung yang membentuk belalai mereka.
Namun, Koshik merumuskan kata-kata dengan menggulung belalainya dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Ia kemudian menempatkan ujung belalainya di atas lidahnya atau di langit-langit mulutnya untuk membuat suara yang berbeda.
Para peneliti mengatakan bahwa mereka tidak benar-benar yakin bagaimana gajah tersebut memiliki kemampuan semacam itu, namun mereka percaya bahwa Koshik belajar kata-kata tersebut dari pelatih yang telah 19 tahun melatihnya, Kim Jong-Gap.
"Satu-satunya ikatan sosial Koshik dibuat bersama dengan pelatihnya dan kami pikir bahwa ia belajar dan meniru kata-kata tersebut untuk membentuk hubungan dan kepercayaan dengan Kim," ungkap Oh Suk-Hun, seorang dokter hewan di Everland sekaligus anggota tim penelitian tersebut, kepada para wartawan.
Sabtu, 10 November 2012
Korea Selatan tenang pada Hari Ujian Masuk Universitas
Seoul (AFP/ANTARA) - Pelatihan militer ditangguhkan dan
penerbangan ditunda pada Kamis, saat ratusan ribu siswa Korea Selatan
duduk tenang untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.
Seperti setiap tahunnya, fokus dari negara yang terobsesi pendidikan tersebut dipersempit selama satu hari untuk memastikan kelancaran ujian, dipandang sebagai momen penting yang dapat memegang kunci untuk segala sesuatu dari karier masa depan hingga prospek pernikahan.
Sejumlah mobil dan sepeda motor polisi di kota-kota seluruh Korea Selatan berada dalam status siaga, tersedia bagi setiap siswa yang membutuhkan agar tidak terlambat untuk mengambil tempat duduk mereka sebelum ujian dimulai pada pukul 08.40 pagi waktu setempat (2.340 GMT Rabu).
Lebih dari 668.500 siswa, 25.000 lebih sedikit dari tahun lalu, ikut serta dalam College Scholastic Ability Test di 1.191 tempat ujian di seluruh negara itu, menurut pihak kementerian pendidikan.
Otoritas penerbangan mengatakan bahwa 83 penerbangan akan dijadwal ulang sejam untuk menghindari pendaratan dan lepas landas yang berisik selama tes mendengarkan bahasa yang dilaksanakan pada pagi dan sore hari.
Pembukaan dan penutupan pasar saham ditunda selasa satu jam, sementara kantor-kantor pemerintah dan perusahaan swasta dibuka terlambat untuk memudahkan lalu lintas jam sibuk sehingga para siswa dapat tiba tepat waktu di tempat ujian.
Dalam sistem pendidikan yang hiper-kompetitif di Korea Selatan, nilai tinggi dalam ujian sangat penting untuk dapat masuk ke universitas terkemuka, yang nantinya akan penting untuk mendapatkan pekerjaan bergengsi.
Jumat, 09 November 2012
Cara mengubah mood dalam semenit
Ghiboo.com - Sebuah studi oleh Sonja
Lyubomirsky, profesor psikologi di University of California, menemukan
bahwa 50 persen dari alasan mengapa seseorang bahagia itu ditentukan
secara genetik.
Sisanya, 10 persen oleh keadaan, dan 40 persen lainnya dari perilaku masing-masing. Jadi sebenarnya Anda bisa mengontrol seberapa positif perasaan Anda. Lyubomirsky menyebut ini "happiness strategies".
Berikut ini beberapa cara terbaik untuk menghindari jeritan suara hati Anda. No more "aaaaaaaaah!" Senyum. "Senyum adalah cara yang tepat untuk "menipu" otak Anda untuk berpikir bahwa semuanya baik-baik saja, meski sebenarnya tidak demikian," ujar Jane Plant, penulis buku Your Life In Your Hands.
Ubah Pemikiran. Jika Anda menemukan diri Anda sedang "menikmati" negative self-talk, berhenti! "Hal ini sama sekali tidak membantu siapapun untuk bekerja dengan lebih baik," ujar life-coach Christina Winsey-Rudd.
Kudapan Sehat. Almond yang tinggi kalsium dapat membantu mengurangi rasa gelisah dan Brazilian nuts yang kaya mineral selenium bisa jadi mood-booster. Ditambah walnut dengan omega-3 untuk menghindari depresi.
Duduk Tegap. "Seseorang merasa lebih percaya diri ketika duduk dengan tegap, dan mereka dapat menghubungkan rasa percaya diri ini dalam pemikirannya saat itu," ungkap psikolog Richard Petty.
Berpikir Cepat.
Accelerated thinking can banish the blues, darling! Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh psikolog Emily Pronin. Coba pikirkan 10 destinasi liburan favorit Anda! Santorini, Raja Ampat, London, Praha, Yogyakarta, New Zealand, Turki... FUN!
Segelas Air Putih. Dehidrasi membuat Anda merasa lemah dan air putih dapat membantu mengembalikan level energi Anda.
Berkaca. Coba berkaca dan pijat pipi Anda membentuk lingkaran kecil dengan dua jari. Ini akan menstimulasi aliran darah dan memperoleh rasa percaya diri instan setelah melihat wajah yang tampak glowing.
Berbagi Rasa Positif. Semisal saat kolega di kantor bekerja dengan baik, tak perlu ragu untuk memujinya. Atau gaya rambut baru sahabat Anda tampak memesona, katakan saja! Trust us, you'll get the positivity right back to you.
Langganan:
Postingan (Atom)